Tabuh Genderang Perang, Gereja serukan Pembakaran Al-Qur’an

18 Okt

CALIFORNIA (Arrahmah.com) - Setelah sebelumnya melemparkan pesan kebencian lewat kaos bertuliskan “Islam Is Of The Devil”, kali ini Gereja Dove World Outreach Center di Gainesville, Florida berencana untuk melakukan aksi yang lebih kontroversional dengan menyerukan agar warga Amerika Serikat membakar Al-Quran pada tanggal 11 September selama peringatan sembilan tahun penyerangan 11 September, mereka telah menabuh genderang perang.

Lewat kampanye mereka yang mencanangkan “International Burn a Koran Day” (Hari internasional membakar Al-Quran) yang dijadwalkan akan berlangsung pada tanggal 11 September mendatang, di sejumlah media maya, seperti facebook dan youtube, gereja itu mengajak orang untuk ikut mendukung gerakan tersebut.

Namun ajakan gereja tersebut ternyata disikapi berseberangan oleh kaum kristiani sendiri. The National Association for Evangelicals (NAE) bereaksi dan mendesak Dove World Outreach Center untuk membatalkan acara yang direncanakan untuk membakar Quran itu.

“Rencana baru-baru ini yang diumumkan oleh kelompok di Florida untuk membakar salinan Al-Quran pada tanggal 11 menunjukkan ketidakhormatan terhadap tetangga Muslim dan akan memperburuk ketegangan antara Kristen dan Muslim di seluruh dunia. NAE mendesak pembatalan acara ini,” demikian pernyataan NAE.

Pendeta Gereja Florida Terry Jones mengatakan kepada CNN awal pekan ini bahwa “Islam adalah setan, agama itu menyebabkan jutaan orang untuk masuk neraka, agama menipu, agama kekerasan dan menghina lebih banyak lagi.

Jones menulis sebuah buku berjudul “Islam adalah setan,” dan gerejanya menjual cangkir kopi dan baju yang menampilkan kalimat keji itu.

Gereja meluncurkan saluran YouTube dan facebook untuk menyebarkan pesan keji tersebut.

Reaksi Muslim AS

Sementara itu, Council on American-Islamic Relations (CAIR) telah menyerukan umat Islam di Amerika untuk bereaksi terhadap rencana pembakaran Quran dengan dakwah melalui berbagi makanan saat buka puasa, memberikan mushaf Al Quran dan memberikan penjelasan mengenai Islam kepada para tetangga, masyarakat, aparat penegak hukum dan wartawan.

“Muslim Amerika dan orang yang memiliki hati nurani harus mendukung upaya pendidikan yang positif untuk mencegah penyebaran Islamophobia,” kata Direktur Komunikasi Nasional CAIR Ibrahim Hooper.

Hooper menambahkan bahwa inisiatif untuk membakar Quran adalah salah satu upaya Islamophobia di negara bagian Florida dan seluruh Amerika Serikat. (haninmazaya/bbs/arrahmah.com)

Raih amal shalih, sebarkan informasi ini…

Pembakaran al-quran oleh pendeta

18 Okt

Pembakaran Alquran yang direncanakan Terry Jones beberapa waktu lalu ternyata benar-benar dilaksanakan. Tetapi pembakaran Alquran pada 11 Septemeber 2010 tersebut tidak dilakukan oleh Terry Jones, melainkan oleh orang yang katanya pemuka agama, pendeta Bob Old dan pendeta Danny Allen. Kedua pendeta tersebut menyiram Alquran dan sebuah teks Islam lainnya dengan cairan pembakar, dan membakarnya hingga menjadi abu.

Pembakaran Alquran ini dilakukan di belakang rumah Old di daerah Springfield, “pesan dari Tuhan” demikian dikatakan 2 pendeta itu atas aksinya tersebut. Berikut ini beberapa foto-foto pembakaran Alquran tersebut.



Dikatakan pula bahwa Kitab Suci AlQuran adalah kitab palsu, buku berisi kebencian, bukan cinta, dan Nabi Muhammad SAW adalah nabi palsu dengan wahyu-wahyu yang juga palsu.

Sebuah tindakan yang mengundang banyak pertentangan, hal yang sedemikian sensitif nya. Peristiwa pembakaran Alquran ini benar-benar melecehkan agama, dan mungkin apabila hal yang sama dilakukan terhadap kitab suci agama lain, apa yang terjadi? Kita tunggu saja nasib dari 2 pendeta yang telah melakukan pembakaran Alquran tersebut.

Kalimat-kalimat Rancu

18 Okt

Dalam berbahasa sehari-hari lisan maupun tulisan secara tidak sadar kita sering menggunakan kalimat-kalimat rancu atau kalimat yang salah. Sungguhpun demikian, adakalanya pendengar atau pembaca tidak mempersoalkannya benar karena inti makna kalimat dapat mereka maklumi. Perhatikanlah kalimat-kalimat berikut ini : 1. Pak Kadir mengajar bahasa Inggris di kelas tiga 2. Setiap tanggal 17 Agustus kita memperingati kemerdekaan Republik Indonesia. 3. Pak Direktur sedang memberikan pengarahan. 4. Basril berhasil merebut juara pertama lompat jauh. 5. Dua orang meninggal ketika bus bertabrakan dengan kereta api. 6. Suaranya merdu seperti ayahnya. 7. Seharusnya anda membantunya saat dia dalam kesulitan. 8. Dua warga menegar Nigeria ditangkap karena menyelundupkan obat-obat terlarang secara ilegal. 9. Dirgahayu kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-50. 10. Kita masih membutuhkan penanam investasi asing. Cobalah anda cermati ke-10 kalimat diatas. Jika Anda menganggap bahwa kalimat-kalimat tersebut sudah benar, itulah tanda bahwa Anda harus mempelajari bahasa Indonesia lebih dari yang sudah-sudah. Ke-10 kalimat tersebut mengundang masalah yang rancu. Marilah kita bicarkan satu demi satu: (1) Kesalahan dalam kalimat ini terletak pada kata mengajar. Tidak seorangpun yang dapat mengajar bahasa Inggris. Kita hanya mungkin mengjajar manusia atau binatang. Bahasa Inggris atau bahasa mana pun tidak dapat diajar. Bahasa hanya dapat diajarkan. Jadi, kalimat itu harus berbunyi : Pak Kadir mengajarkan bahasa Inggris di kelas tiga. (2) Republik Indonesia tidak pernah terjajah. Yang pernah terjajah ialah tanah air dan bangsa Indonesia. Jadi kalimat tersebut seharunya berbunyi : Setiap tanggal 17 Agustus kita memperingati hari kemerdekaan Indonesia (tanpa menggunakan kata Republik). (3) Kita hanya mungkin memberikan sesuatu kepada orang lain berupa benda, baik yang kongkrit maupun yang abstrak. Pengarahan bukanlah kata benda (nomina), melainkan proses. Kata bendanya dalah arahan. Arahan-lah yang bisa diberikan. Jadi, kalimat tersebut seharusnya berbunyi : Pak Direktur sedang memberikan arahan. (4) Juara adalah persona/orang yang berhasil merebut peringkat teratas dalam suatu perlombaan. Jadi, tidak mungkin Basril merebut juara (orang). Yang direbut adalah gelar juara atau kejuaraan. Jadi, kalimat tersebut seharusnya berbunyi : Basril merebut gelar juara pertama lompat jauh. (5) Mungkin menurut pemahaman Anda orang yang meningal itu disebabkan bus bertabrakan dengan kereta. Jika benar demikian, Anda keliru. Orang yang meninggal itu tidak karena tabrakan. Peristiwa meninggalnya kedua orang itu berkebetulan sama waktunya dengan tabrakan bus dan kereta api. Meninggalnya ditempat lain, tetapi waktunya bersamaan dengan kecelakaan lalu lintas itu. (6) Tidak mungkin suara seperti ayah. Akan tetapi, suaranya merdu seperti suara ayahnya. Yang sama itu ialah suara, bukan suara dan ayah. Kalimat tersebut seharusnya : Suaranya merdu seperti suara ayahnya. (7) Dalam kalimat 7 kata anda ditulis dengan huruf kecil. Dimanapun letaknya, kata Anda harus dimulai dengan huruf besar karena Anda adalah sapaan. Sapaan harus dimulai dengan huruf besar (kapital). (8) Istilah secara ilegal menjadi berlebihan karena istilah penyelundupan berarti ilegal. Tidal ada penyelundukan yang legal. (9) Kata dirgahayu berarti panjanglah umurnya. Oleh karena itu, jika kita menggunkan kata dirgahayu, tidak boleh ditambahkan lagi angka (yang ke-50). Jika digunakan angka, berarti yang didoakan panjang umum itu hanya pada tahun (angka) itu saja. (10) Investasi berarti penanaman modal. Karena itu tidak perlu lagi ada kata penanam. Kata yang tepat untuk investasi ialah invesment. Penggunaan kata investasi adalah salah kaprah> Baik dalam bahasa Belanda mapun dalam Bahasa Inggirs (jerman, Perancis) tidak ada istilah Investasion atau Investatie.

Cerita Ramayana versi indonesia

18 Okt

Ramayana dari bahasa Sansekerta (Rāmâyaa yang berasal dari kata Rāma dan Ayaa yang berarti “Perjalanan Rama”, adalah sebuah cerita epos dari India yang digubah oleh Walmiki (Valmiki) atau Balmiki. Cerita epos lainnya adalah Mahabharata. Ramayana terdapat pula dalam khazanah sastra Jawa dalam bentuk kakawin Ramayana, dan gubahan-gubahannya dalam bahasa Jawa Baru yang tidak semua berdasarkan kakawin ini. Dalam bahasa Melayu didapati pula Hikayat Seri Rama yang isinya berbeda dengan kakawin Ramayana dalam bahasa Jawa kuna. Di India dalam bahasa Sansekerta, Ramayana dibagi menjadi tujuh kitab atau kanda sebagai berikut:

  1. Balakanda
  2. Ayodhyakanda
  3. Aranyakanda
  4. Kiskindhakanda
  5. Sundarakanda
  6. Yuddhakanda
  7. Uttarakanda

Pengaruh dalam budaya Beberapa babak maupun adegan dalam Ramayana dituangkan ke dalam bentuk lukisan maupun pahatan dalam arsitektur bernuansa Hindu. Wiracarita Ramayana juga diangkat ke dalam budaya pewayangan di Nusantara, seperti misalnya di Jawa dan Bali. Selain itu di beberapa negara (seperti misalnya Thailand, Kamboja, Vietnam, Laos, Philipina, dan lain-lain), Wiracarita Ramayana diangkat sebagai pertunjukan kesenian. Daftar kitab Wiracarita Ramayana terdiri dari tujuh kitab yang disebut Saptakanda. Urutan kitab menunjukkan kronologi peristiwa yang terjadi dalam Wiracarita Ramayana.

Nama kitab Keterangan
Balakanda Kitab Balakanda merupakan awal dari kisah Ramayana. Kitab Balakanda menceritakan Prabu Dasarata yang memiliki tiga permaisuri, yaitu: Kosalya, Kekayi, dan Sumitra. Prabu Dasarata berputra empat orang, yaitu: Rama, Bharata, Lakshmana dan Satrughna. Kitab Balakanda juga menceritakan kisah Sang Rama yang berhasil memenangkan sayembara dan memperistri Sita, puteri Prabu Janaka.
Ayodhyakanda Kitab Ayodhyakanda berisi kisah dibuangnya Rama ke hutan bersama Dewi Sita dan Lakshmana karena permohonan Dewi Kekayi. Setelah itu, Prabu Dasarata yang sudah tua wafat. Bharata tidak ingin dinobatkan menjadi Raja, kemudian ia menyusul Rama. Rama menolak untuk kembali ke kerajaan. Akhirnya Bharata memerintah kerajaan atas nama Sang Rama.
Aranyakanda Kitab Aranyakakanda menceritakan kisah Rama, Sita, dan Lakshmana di tengah hutan selama masa pengasingan. Di tengah hutan, Rama sering membantu para pertapa yang diganggu oleh para rakshasa. Kitab Aranyakakanda juga menceritakan kisah Sita diculik Rawana dan pertarungan antara Jatayu dengan Rawana.
Kiskindhakanda Kitab Kiskindhakanda menceritakan kisah pertemuan Sang Rama dengan Raja kera Sugriwa. Sang Rama membantu Sugriwa merebut kerajaannya dari Subali, kakaknya. Dalam pertempuran, Subali terbunuh. Sugriwa menjadi Raja di Kiskindha. Kemudian Sang Rama dan Sugriwa bersekutu untuk menggempur Kerajaan Alengka.
Sundarakanda Kitab Sundarakanda menceritakan kisah tentara Kiskindha yang membangun jembatan Situbanda yang menghubungkan India dengan Alengka. Hanuman yang menjadi duta Sang Rama pergi ke Alengka dan menghadap Dewi Sita. Di sana ia ditangkap namun dapat meloloskan diri dan membakar ibukota Alengka.
Yuddhakanda Kitab Yuddhakanda menceritakan kisah pertempuran antara laskar kera Sang Rama dengan pasukan rakshasa Sang Rawana. Cerita diawali dengan usaha pasukan Sang Rama yang berhasil menyeberangi lautan dan mencapai Alengka. Sementara itu Wibisana diusir oleh Rawana karena terlalu banyak memberi nasihat. Dalam pertempuran, Rawana gugur di tangan Rama oleh senjata panah sakti. Sang Rama pulang dengan selamat ke Ayodhya bersama Dewi Sita.
Uttarakanda Kitab Uttarakanda menceritakan kisah pembuangan Dewi Sita karena Sang Rama mendengar desas-desus dari rakyat yang sangsi dengan kesucian Dewi Sita. Kemudian Dewi Sita tinggal di pertapaan Rsi Walmiki dan melahirkan Kusa dan Lawa. Kusa dan Lawa datang ke istana Sang Rama pada saat upacara Aswamedha. Pada saat itulah mereka menyanyikan Ramayana yang digubah oleh Rsi Walmiki.

Ringkasan Cerita Rama mematahkan busur Dewa Siwa saat sayembara memperebutkan Dewi Sita Prabu Dasarata dari Ayodhya Wiracarita Ramayana menceritakan kisah Sang Rama yang memerintah di Kerajaan Kosala, di sebelah utara Sungai Gangga, ibukotanya Ayodhya. Sebelumnya diawali dengan kisah Prabu Dasarata yang memiliki tiga permaisuri, yaitu: Kosalya, Kekayi, dan Sumitra. Dari Dewi Kosalya, lahirlah Sang Rama. Dari Dewi Kekayi, lahirlah Sang Bharata. Dari Dewi Sumitra, lahirlah putera kembar, bernama Lakshmana dan Satrugna. Keempat pangeran tersebut sangat gagah dan mahir bersenjata. Pada suatu hari, Rsi Wiswamitra meminta bantuan Sang Rama untuk melindungi pertapaan di tengah hutan dari gangguan para rakshasa. Setelah berunding dengan Prabu Dasarata, Rsi Wiswamitra dan Sang Rama berangkat ke tengah hutan diiringi Sang Lakshmana. Selama perjalanannya, Sang Rama dan Lakshmana diberi ilmu kerohanian dari Rsi Wiswamitra. Mereka juga tak henti-hentinya membunuh para rakshasa yang mengganggu upacara para Rsi. Ketika mereka melewati Mithila, Sang Rama mengikuti sayembara yang diadakan Prabu Janaka. Ia berhasil memenangkan sayembara dan berhak meminang Dewi Sita, puteri Prabu Janaka. Dengan membawa Dewi Sita, Rama dan Lakshmana kembali pulang ke Ayodhya. Prabu Dasarata yang sudah tua, ingin menyerahkan tahta kepada Rama. Atas permohonan Dewi Kekayi, Sang Prabu dengan berat hati menyerahkan tahta kepada Bharata sedangkan Rama harus meninggalkan kerajaan selama 14 tahun. Bharata menginginkan Rama sebagai penerus tahta, namun Rama menolak dan menginginkan hidup di hutan bersama istrinya dan Lakshmana. Akhirnya Bharata memerintah Kerajaan Kosala atas nama Sang Rama. Rama hidup di hutan Dalam masa pengasingannya di hutan, Rama dan Lakshmana bertemu dengan berbagai rakshasa, termasuk Surpanaka. Karena Surpanaka bernafsu dengan Rama dan Lakshmana, hidungnya terluka oleh pedang Lakshmana. Surpanaka mengadu kepada Rawana bahwa ia dianiyaya. Rawana menjadi marah dan berniat membalas dendam. Ia menuju ke tempat Rama dan Lakshmana kemudian dengan tipu muslihat, ia menculik Sita, istri Sang Rama. Dalam usaha penculikannya, Jatayu berusaha menolong namun tidak berhasil sehingga ia gugur. Rama yang mengetahui istrinya diculik mencari Rawana ke Kerajaan Alengka atas petunjuk Jatayu. Dalam perjalanan, ia bertemu dengan Sugriwa, Sang Raja Kiskindha. Atas bantuan Sang Rama, Sugriwa berhasil merebut kerajaan dari kekuasaan kakaknya, Subali. Untuk membalas jasa, Sugriwa bersekutu dengan Sang Rama untuk menggempur Alengka. Dengan dibantu Hanuman dan ribuan wanara, mereka menyeberangi lautan dan menggempur Alengka. Rama menggempur Rawana Rawana yang tahu kerajaannya diserbu, mengutus para sekutunya termasuk puteranya – Indrajit – untuk menggempur Rama. Nasihat Wibisana (adiknya) diabaikan dan ia malah diusir. Akhirnya Wibisana memihak Rama. Indrajit melepas senjata nagapasa dan memperoleh kemenangan, namun tidak lama. Ia gugur di tangan Lakshmana. Setelah sekutu dan para patihnya gugur satu persatu, Rawana tampil ke muka dan pertarungan berlangsung sengit. Dengan senjata panah Brahmāstra yang sakti, Rawana gugur sebagai ksatria. Setelah Rawana gugur, tahta Kerajaan Alengka diserahkan kepada Wibisana. Sita kembali ke pangkuan Rama setelah kesuciannya diuji. Rama, Sita, dan Lakshmana pulang ke Ayodhya dengan selamat. Hanuman menyerahkan dirinya bulat-bulat untuk mengabdi kepada Rama. Ketika sampai di Ayodhya, Bharata menyambut mereka dengan takzim dan menyerahkan tahta kepada Rama. Kutipan dari Kakawin Ramayana

Kutipan Terjemahan
Hana sira Ratu dibya rēngőn, praçāsta ring rāt, musuhnira praata, jaya padhita, ringaji kabèh, Sang Daçaratha, nāma tā moli Ada seorang Raja besar, dengarkanlah. Terkenal di dunia, musuh baginda semua tunduk. Cukup mahir akan segala filsafat agama, Prabu Dasarata gelar Sri Baginda, tiada bandingannya
Sira ta Triwikrama pita, pinaka bapa, Bhaāra Wiṣḥnu mangjanma inakaning bhuwana kabèh, yatra dōnira nimittaning janma Beliau ayah Sang Triwikrama, maksudnya ayah Bhatara Wisnu yang sedang menjelma akan menyelamatkan dunia seluruhnya. Demikian tujuan Sang Hyang Wisnu menjelma menjadi manusia.
Hana rājya tulya kèndran, kakwèhan sang mahārddhika suçila, ringayodhyā subbhagêng rāt, yeka kadhatwannirang npati Ada sebuah istana bagaikan surga, dipenuhi oleh orang-orang bijak serta luhur perbuatan, di Ayodhya-lah yang cukup terkenal di dunia, itulah istana Sri Baginda Prabu Dasarata
Malawas sirār papangguh, masneha lawan mahādewī, suraseng sanggama rinasan, alinggana cumabanā dinya Sudah lama Sri Baginda menikah, saling mencintai dengan para permaisurinya, kenikmatan rasa pertemuan itu telah dapat dirasakan, bercumbu rayu dan sejenisnya
Mahyun ta sira maputra, mānaka wetnyar waēg rikang wiçaya, malawas tan pānakatah, mahyun ta sirā gawe yajña Timbullah niat Sri Baginda agar berputra, agar berputra karena sudah puas bercinta, namun lama nian beliau tidak berputra, lalu beliau berniat mengadakan ritual
Sakalī kāraa ginawe, āwāhana len pratiṣṭa ānnidhya, Parameçwara hinangēnangēn, umungu ring kuṇḍa bahni maya Semua perlengkapan upacara sudah dikerjakan, alat upacara pengundang serta tempat para Dewa sudah tersedia, Bhatara Çiwa yang dipuja-Pūja, agar berstana pd api suci itu
Çea mahārsī mamūjā, pūrnāhuti dibya pathya gandharasa, yata pinangan kinabehan, denira Dewi maharāja Sisa sesaji yang dihaturkan oleh Sang Maha Pendeta, sesajen yang sempurna, santapan yang nikmat rasa serta baunya, itulah yang disantap oleh beliau, permaisuri Sri Baginda Raja
Ndata tīta kāla lunghā, mānak tā Sang Daçarathā sih, Sang Rāma nak matuha, i sira mahādewī Kauçalya Demikianlah tidak diceritakan lagi selang waktu itu, para permaisuri kesayangan Prabu Dasarata melahirkan putera, Sang Rama putera yang sulung, dari permaisuri Dewi Kosalya
Sang Kekayi makānak, Sang Bharatya kyāti çakti dibya gua, Dewi sirang Sumitrā, Laksmaa Çatrughna putranira Adapun putera Dewi Kekayi, Sang Bharata yang terkenal sakti mandraguna, sedangkan Dewi Sumitra, berputra Sang Lakshmana dan Sang Satrugna
Sang Rāma sira winarahan, ringastra de Sang Wasiṣṭa tar malawas, kalawan nantēnira tiga, prajñeng widya kabeh wihikan Sang Rama diberi pelajaran tentang panah memanah oleh Bagawan Wasista dalam waktu tidak lama, beserta ketiga adik-adiknya, semuanya pintar cekatan tentang ilmu memanah

Pendidikan

17 Okt

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.

Filosofi pendidikan

Pendidikan biasanya berawal pada saat seorang bayi itu dilahirkan dan berlangsung seumur hidup.

Pendidikan bisa saja berawal dari sebelum bayi lahir seperti yang dilakukan oleh banyak orang dengan memainkan musik dan membaca kepada bayi dalam kandungan dengan harapan ia akan bisa (mengajar) bayi mereka sebelum kelahiran.

Bagi sebagian orang pengalaman kehidupan sehari-hari lebih berarti daripada pendidikan formal. Seperti kata mark twain, “Saya tidak pernah membiarkan sekolah mengganggu pendidikan saya.”

Anggota keluarga mempunyai peran pengajaran yang amat mendalam — sering kali lebih mendalam dari yang disadari mereka — walaupun pengajaran anggota keluarga berjalan secara tidak resmi.

Pendidikan dasar

Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan awal selama 9 (sembilan) tahun pertama masa sekolah anak-anak yang melandasi jenjang pendidikan menengah.

Pendidikan menengah

Pendidikan menengah merupakan jenjang pendidikan lanjutan pendidikan dasar.

Pendidikan tinggi

Pendidikan tinggi adalah jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program sarjana, magister, doktor, dan spesialis yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi.

Jalur pendidikan

Jalur pendidikan adalah wahana yang dilalui peserta didik untuk mengembangkan potensi diri dalam suatu proses pendidikan yang sesuai dengan tujuan pendidikan.

Pendidikan formal

Pendidikan formal merupakan pendidikan yang diselenggarakan di sekolah-sekolah pada umumnya. Jalur pendidikan ini mempunyai jenjang pendidikan yang jelas, mulai dari pendidikan dasar, pendidikan menengah, sampai pendidikan tinggi.

Pendidikan nonformal

Pendidikan nonformal paling banyak terdapat pada usia dini, serta pendidikan dasar, adalah TPA, atau Taman Pendidikan Al Quran,yang banyak terdapat di setiap mesjid dan Sekolah Minggu, yang terdapat di semua gereja.

Selain itu, ada juga berbagai kursus, diantaranya kursus musik, bimbingan belajar dan sebagainya. Program – program PNF yaitu Keaksaraan fungsional (KF); Pendidikan Kesetaraan A, B, C; Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD); Magang; dan sebagainya Lembaga PNF yaitu PKBM, SKB, BPPNFI, dan lain sebagainya.

Pendidikan informal

Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri yang dilakukan secara sadar dan bertanggung jawab.

Jenis pendidikan

Jenis pendidikan adalah kelompok yang didasarkan pada kekhususan tujuan pendidikan suatu satuan pendidikan.

Pendidikan umum

Pendidikan umum merupakan pendidikan dasar dan menengah yang mengutamakan perluasan pengetahuan yang diperlukan oleh peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Bentuknya: sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA).

Pendidikan kejuruan

Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. Bentuk satuan pendidikannya adalah sekolah menengah kejuruan (SMK).

Pendidikan akademik

Pendidikan akademik merupakan pendidikan tinggi program sarjana dan pascasarjana yang diarahkan terutama pada penguasaan disiplin ilmu pengetahuan tertentu.

Pendidikan profesi

Pendidikan profesi merupakan pendidikan tinggi setelah program sarjana yang mempersiapkan peserta didik untuk memasuki suatu profesi atau menjadi seorang profesional.

Pendidikan vokasi

Pendidikan vokasi merupakan pendidikan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu maksimal dalam jenjang diploma 4 setara dengan program sarjana (strata 1).

Pendidikan jasmani

Pendidikan jasmani di Jakarta di masa Hindia Belanda

Pendidikan keagamaan

Pendidikan keagamaan merupakan pendidikan dasar, menengah, dan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat menjalankan peranan yang menuntut penguasaan pengetahuan dan pengalaman terhadap ajaran agama dan /atau menjadi ahli ilmu agama.

Pendidikan khusus

Pendidikan khusus merupakan penyelenggaraan pendidikan untuk peserta didik yang berkelainan atau peserta didik yang memiliki kecerdasan luar biasa yang diselenggarakan secara inklusif (bergabung dengan sekolah biasa) atau berupa satuan pendidikan khusus pada tingkat pendidikan dasar dan menengah (dalam bentuk sekolah luar biasa/SLB).

Tingkatan pendidikan di Indonesia

Usia Kelas Lembaga pendidikan
3 KB Taman Kanak-kanak
4 A
5 B
6 1 Sekolah dasar
7 2
8 3
9 4
10 5
11 6
12 7 Sekolah menengah pertama
13 8
14 9
15 10 Sekolah menengah atas/Sekolah kejuruan
16 11
17 12
18 Akademi/Institut/Politeknik/Sekolah tinggi/Universitas
19
20
21

Konsep Berkomunikasi Dalam Islam

17 Okt

Oleh: Nur Atik Kasim

Bagaimana Seharusnya kita Berkomunikasi?

PKS Jaksel: Dalam Al Qur’an dengan sangat mudah Anda akan menemukan contoh kongkrit bagaimana Allah selalu berkomunikasi dengan hambaNya melalui wahyu. Untuk menghindari kesalahan dalam menerima pesan melalui ayat-ayat tersebut, Allah juga memberikan kebebasan kepada Rasulullah untuk meredaksi wahyu-Nya melalui matan hadits. Baik hadits itu bersifat Qouliyah (perkataan), Fi’iliyah (perbuatan), Taqrir (persetujuan) Rasul, kemudian ditambah lagi dengan lahirnya para ahli tafsir sehingga melalui tangan mereka terkumpul sekian banyak buku-buku tafsir.

Selain itu, kita mendapati Rasulullah SAW dalam berkomunikasi dengan keluarga, sahabat dan umatnya. Komunikasi beliau sudah terkumpul dalam ratusan ribu hadits yang menjadi penguat, penjelas Al Qur’an sebagai petunjuk bagi kehidupan umat manusia.

Komunikasi dalam Islam dinilai penting, karena adanya kewajiban berda’wah kepada setiap orang-orang yang beriman sehingga nilai-nilai Al Qur’an dan haditsnya harus selalu dikomunikasikan kepada orang lain, khususnya keluarga guna menghindari siksaan api neraka.

Komunikasi sangat berpengaruh terhadap kelanjutan hidup manusia, baik manusia sebagai hamba, anggota masyarakat, anggota keluarga dan manusia sebagai satu kesatuan yang universal. Seluruh kehidupan manusia tidak bisa lepas dari komunikasi. Dan komunikasi juga sangat berpengaruh terhadap kualitas berhubungan dengan sesama.

Bagaimana Etika Berkomunikasi Dalan Islam?

Dalam Islam komunikasi harus dilandasi dengan cinta dan kasih sayang. Tidak ada alasan bagi anda untuk keluar dari etika-etika yang telah digaris bawahi oleh risalah Islam.

Hal tersebut telah dicontohkan langsung oleh Allah yang Maha Penyayang dalam Al Qur’an. Karenanya kita akan mendapati bahwa setiap surah dalam Al Qur’an selalu diawali dengan Bismillahi Rahmaani Rahiim (Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang).

Komunikasi dalam Islam sangat erat kaitannya dengan misi Islam sebagai rahmatan lil’alamin. Misi itulah yang mendorong Rasulullah untuk menyampaikan da’wah dengan penuh kasih sayang.

Allah berfirman, “Dan tidaklah kami mengutus kamu, melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam.” (QS. 21 Ayat 207).

Ada beberapa etika yang harus anda perhatikan dalam berkomunikasi, yaitu:

1.Panggilah Dengan Panggilan Menyenangkan

Dalam berkomunikasi, Islam sangat menekankan untuk memulai komunikasi dengan panggilan yang menyenangkan sekalipun pesan yang disampaikan dalam komunikasi merupakan teguran dan peringatan.

Allah telah mencontohkan hal tersebut ketika sedang menegur kesalahan Rasulullah. Allah tetap memanggil beliau dengan sebutan “wahai Nabi”.

Allah berfirman; “Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah menghalalkannya bagimu; kamu mencari kesenangan hati istri-istrimu? Dan Allah Maha pengampun lagi Maha penyayang.” (QS. 66 Ayat 1)

2.Tidak emosional

Berhati-hatilah memulai percakapan atau komunikasi dalam suasana yang emosional, karena suasana hati yang tidak tenang menimbulkan ketidakberaturan dalam berkata-kata. Tarik nafas anda kemudian hembuskan dengan pikiran tenang. Bayangkan kata-kata yang anda ucapkan guna menghindari kata-kata yang tidak beraturan dan emosional. Karena kata-kata yang diucapkan dalam kondisi emosi sering kali membuat hubungan menjadi kurang bagus, bahkan retak.

Paling parah adalah, Anda mengeluarkan kata-kata yang akhirnya membuat Anda harus meminta maaf pada lawan bicara anda. Tenanglah sedikit, pikirkan apa niat dan tujuan anda berkomunikasi. Jangan sampai keteledoran Anda yang tidak pandai mengatur pembicaraan membuat hubungan Anda tidak harmonis dengan orang-orang yang Anda sayangi.

Jika dalam berkomunikasi tidak mengandung unsur emosional maka komunikasi tersebut dapat disampaikan dengan kata yang teratur sehingga terhindar dari kesalahan-kasalahan dalam berkomunikasi dan dapat disampaikan dengan jelas, benar, serta teratur.

Allah berfirman, “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka. Mohonkanlah ampun bagi mereka. Dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya” (QS. Ali Imron ayat 159).

3.Membuka Dialog Dalam Berkomunikasi

Memulai komunikasi dengan memberikan pemahaman pesan dengan cara membuka dialog dan bersabar mendengarkan pesan dari sumbernya. Selanjutnya jadilah pendengar yang baik bagi lawan bicara Anda. Karena kebanyakan dari kita lebih betah berbicara dari pada mendengarkan pembicaraan. Lebih pandai berbicara dari pada pandai mendengar. Padahal kebanyakan dari kita adalah sangat suka didengar. Terlebih apa yang kita ucapkan didengar dengan antusias. Dapat di pastikan Anda akan merasa dihargai meskipun lawan Anda tidak memberikan solusi yang memuaskan terhadap permasalahan yang Anda hadapi.

Oleh karenanya, bukalah komunikasi dengan dialog yang ringan serta gunakan bahasa yang mudah dimengerti dan difahami. Hindari penggunaan kata-kata yang tidak jelas.

4.Komunikasi Dengan Berlapang Dada

Untuk berlapang dada, Anda perlu mempersiapkan hati yang penuh kesiapan untuk mendengarkan lawan bicara anda. Tujukkan wajah antusias Anda. Sekali-kali Anda boleh tersenyum sambil menatap matanya dengan lembut. Pertama memang susah, apalagi terhadap mereka yang terlalu banyak bicara. Tapi dengan usaha pelan-pelan, insya Allah Anda berhasil.

5.Menyikapinya Penuh Kedewasaan

Bukalah hati kita selebar-lebarnya dalam berkomunikasi agar Anda dapat berlapang dada, sehingga menimbulkan pembicaraan yang bersumber dari hati yang bersih dan ilmu yang benar. Selain itu akan memunculkan jiwa pemaaf dan berdo’a kepada Allah(QS.3:159).

Allah telah memberikan contoh untuk terlebih dulu memaafkan kesalahan Rasulullah sebelum menyampaikan tegurannya.

Allah berfirman, “Semoga Allah mema’afkanmu. Mengapa kamu memberi izin kepada mereka untuk tidak pergi berperang, sebelum jelas bagimu orang-orang yang benar (dalam keudzurannya) dan sebelum kamu ketahui orang-orang yang berdusta?”

Membuka hati selebar-lebarnya juga sangat penting dalam berkomunikasi khususnya terhadap mereka yang pendidikannya jauh di bawah kita. Misalnya terhadap pembantu rumah tangga yang tidak sempat menamatkan sekolah dasarnya. Tentu kita harus selalu berusaha mengerti, jika mereka sering tidak nyambung dengan kita.

6.Berkomunikasi Dengan Pesan yang Efektif Dan Efisien

Memberikan pesan secara sederhana agar pesan dapat berlaku efektif dan efisien sangat penting dalam membangun komunikasi. Itulah dasar penting bagi Anda, agar sedapat mungkin menyampaikan pesan yang dapat sesuai dengan kemampuan penerima pesan. Rasulullah bersabda: “Berbicaralah kepada manusia sesuai dengan kemampuan akalnya.”

Ketika Rasulullah ingin mengetahui berapa jumlah orang kafir quraisy yang terlibat dalam perang Badar. Beliau mengetahui, bahwa seorang anak penggembala tidak mungkin tahu berapa jumlah tentara mereka. Maka Rasulullah bertanya dengan bahasa komunikasi yang efektif dan efisien, “Berapa ekor jumlah unta yang disembelih setiap hari oleh orang-orang Quraisy?. Anak penggembala menjawab, antara 9 dan 10 ekor. Beliau berkomentar dan menyimpulkan: Jumlah mereka (Tentara Kafir Quraish) antara 900 dan 1000 orang.”

Bagaimana Prinsip Berkomunikasi Dalam Al Qur’an?

Pertama, Qaulan Tsaqila (komunikasi yang berpengaruh)

“Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat” (QS 73: 5).

Prinsip ini menunjukkan bahwa setiap komunikasi yang kita sampaikan hendaknya kita persiapkan dengan sungguh-sungguh sehingga bisa memberikan pengaruh pada pihak yang kita ajak bicara.

Kedua, Qaulan Sadida (komunikasi yang tegas)

“…Dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar” (QS 4: 9)

Komunikasi yang tegas adalah komunikasi yang tidak mencla-mencle, penuh keraguan, ketidakpastian dan ketidak-percaya-dirian.

Dengan komunikasi yang tegas, orang lain akan memahami bagaimana sikap kita, apa posisi kita dan dengannya tidak akan menimbulkan kesalahpahaman maupun salah mengerti.

Ketiga, Qaulan Balighoh (komunikasi yang penuh makna)

“Dan katakan kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka” (QS 4: 63)

Prinsip ini mengarahkan kita untuk bisa menyampaikan setiap pemikiran, perasaan dan nasehat dengan menggunakan pilihan kata, gaya bahasa, yang penuh makna sehingga membekas dalam diri orang yang kita ajak bicara.

Keempat, Qaulan Layyina (komunikasi dengan lemah-lembut)

“Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut” (QS 20: 44)

Kelemah lembutan adalah satu faktor penting dalam berdakwah, bersosialisasi, bergaul, sehingga orang akan merasa tentram dan rela menerima pembicaraan kita.

Kelima, Qaulan Ma’rufa (komunikasi yang penuh nilai-nilai kebaikan)

“…kecuali mengatakan kepada mereka perkataan yang ma’ruf…” (QS 2: 235). “Ucapkanlah kepada mereka dengan perkataan yang baik” (QS 4: 5)

Komunikasi yang penuh dengan nilai kebaikan akan menghindarkan kita dari berkata dusta, keji atau menimbulkan kemudharatan pada pihak-pihak yang kita ajak bicara. Dan sebaliknya, kita bisa memberikan banyak manfaat kepada orang lain.

Lalu bagaimana dengan prinsip berkomunikasi dalam keluarga Islam?

Salah satu kunci pembentukan keluarga sakinah adalah komunikasi, maka suami istri tidak dapat menciptakan keluarga sakinah tanpa ada komunikasi. Tanpa komunikasi keberlangsungan keluarga sakinah sulit dipertahankan, sebab mereka hanya akan menjalani kehidupan berumah tangga dalam suasana ketertutupan, kesunyian, prasangka yang buruk, kesalahpahaman, bahkan boleh jadi saling bermusuhan.

Setiap keluarga punya bahasa untuk alat berkumunikasi.

Jika dengan bahasa lisan tidak dapat dimengerti atau sulit diungkapkan maka mereka akan menggunakan bahasa tubuh bahkan terkadang menggunakan kedua bahasa tersebut sekaligus.

Keluarga merupakan surga duniawi bagi suami istri. Ia sekaligus sebagai sekolah pertama dalam melahirkan generasi pemimpin yang sholeh dan sholehah. Pada saat yang sama keluarga juga sebagai basis da’wah dalam terciptanya masyarakat yang Islami. Untuk mewujudkan keluarga sebagai syurga, sekolah dan pondasi masyarakat Islami diperlukan adanya komunikasi di antara seluruh anggota keluarga.

Ada beberapa hal yang menjadi dasar bagi pentingnya berkomunikasi dalam keluarga dan saya akan meuraikan sebagai berikut:

- Mengungkapkan kegembiraan dan perasaan KASIH lainnya.

Rasulullah telah memerintahkan kepada orang-orang yang bersaudara karena Islam (berukhuwah Islamiyah) untuk menyampaikan rasa cintanya. Maka sepatutnya rasa cinta ini selalu diungkapkan oleh suami istri dan anak-anaknya.

- Menjadi sarana peningkatan harmonisasi keluarga.

Keharmonisan keluarga membutuhkan komunikasi,sehingga keluarga menjadi tenpat untuk saling berbagi kebahagiaan dan memecahkan masalah dan menyempurnakan kekuarangan yang ada.Sebab suami istri berfungsi sebagai pakaian bagi pasangannya.

Allah berfirman:“Mereka (istri-istri) adalah pakaian bagi kalian (suami), dan kalian adalah pakaian bagi mereka.” (QS 2: 187)

- Sebagai sarana bermusyawarah.

Setiap keluarga membutuhkan musyawarah dalam menyelesaikan berbagai urusan. Sebab hasil musyawarah akan lebih sempurna dibandingkan hasil pemikiran seseorang dan dapat dipertanggungjawabkan oleh seluruh anggota keluarga sehingga rasa kebersamaan akan menjadi milik bagi seluruh anggota keluarga.

Allah berfirman: “Dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam suatu urusan” (QS 3:159)

- Sebagai sarana pemenuhan hak setiap anggota keluarga.

Setiap anggota keluarga mempunyai hak yang harus terpenuhi. Untuk memenuhi hak tersebut memerlukan komunikasi. Dengan berkomunikasi maka mereka akan mendapatkan hak-haknya sesuai dengan kebutuhannya.

- Sebagai sarana pendidikan anak.

Pendidikan anak memerlukan kasih sayang dan perhatian orang tua sebagaimana pendidikan anak juga memerlukan pujian, nasehat, teguran, peringatan, dialog dan bercerita. Kesemuanya itu memerlukan komunikasi yang baik dan efektif.

Allah berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka” (QS 6: 66).

Abnu Abbas menafsirkan ayat tersebut dengan, “Didiklah dan arahkanlah keluargamu untuk taat kepada Allah dan menjauhi larangan-Nya.”

- Sebagai sarana da’wah

Keluarga merupakan medan da’wah pertama sebelum berda’wah ditengah masyarakat. Kesuksesan da’wah dalam keluarga menjadi langkah pertama menuju kesuksesan da’wah di masyarakat. Bahkan keberhasilan da’wah di keluarga menjadi tolak ukur kesuksesan da’wah di masyarakat. Sedangkan kesuksesan da’wah itu bergantung pada kesuksesan komunikasi dalam keluarga dan masyarakat.

Allah berfirman:“Serulah pada jalan Robbmu dengan hikmah dan nasehat yang baik. Dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang lebih baik.” (QS 16: 125).

- Meneladani komunikasi dalam keluarga Rasulullah SAW.

Rasulullah SAW merupakan satu-satunya orang yang mendapatkan pendidikan langsung dari Allah SWT. Beliau bersabda: “Robbku telah mendidik aku, maka sebaik-baik pendidikan adalah pendidikan yang diberikan kepadaku.”

Oleh karena itu, dalam berkomunikasi dengan keluarga harus meneladani Rasulullah SAW. Adapun komunikasi yang dilakukan oleh Rasulullah kepada keluarganya sebagai berikut

+ Bermuara pada rasa cinta dan kasih sayang

Jadikanlah komunikasi anda sebagai muara cinta dan kasih sayang yang tulus karena Allah, sebab semua pesannya merupakan rahmat bagi keluarga bahkan bagi seluruh alam.

Abu Sulaiman Bin Al Huwairi berkata, kami datang kepada Rasulullah SAW dan kami tinggal bersamanya selama dua puluh hari. Tenyata Rasulullah SAW orang yang dipenuhi oleh kasih sayang dan kelembutan kepada keluarganya sehingga kami menjadi rindu kepada keluarga kami. Kemudian beliau menanyakan keluarga yang kami tinggalkan, maka kami menceritakannya kepada beliau. Kemudian beliau bersabda: “pulanglah kepada keluargamu dan penuhilah hak-hak mereka serta didiklah mereka dan berbuat baiklah kepada mereka……”

+ Memanggil nama anggota keluarganya dengan panggilan yang menyenangkan

Seperti ketika Rasulullah memanggil Fatimah dengan sebutan “Wahai Ananda”dan memanggil Aisyah dengan sebutan “Ya Humairo’) atau Ya AaIsy (orang-orang yang hidup).

+ Berkomunikan tanpa emosi.

Berkomunikasi tanpa emosi membuat beliau dapat menyampaikan pesan sesuai dengan misinya. Sehingga beliau bisa berbicara dengan kata-kata yang berbobot, penuh makna, mengandung nilai-nilai kebaikan dengan penuh kelembutan. Sekalipun ketika beliau menegur Aisyah di saat Aisyah membuang makanan yang dikirim oleh Ummu Salamah. Beliau bersabda: “Ibumu sedang cemburu, Hai Aisyah, satu nampan yang engkau terima harus engkau antar satu nampan juga.”

Begitu juga ketika Aisyah tidur setelah sholat subuh, beliau bersabda kepadanya: “Hai Aisyah, jemputlah rizkimu dan janganlah engkau menolaknya.”

Beliau sering mengiringi bahasa lisannya dengan bahasa tubuhnya.

Disaat beliau ingin mengekspresikan rasa cintanya seperti yang diriwayatkan oleh Aisyah beberapa hadits berikut ini: Aisyah berkata: “saya biasa minum dari gelas yang sama ketika haid, lalu Nabi mengambil gelas tersebut, dan meletakkan mulutnya di tempat saya meletakkan mulut saya lalu beliau minum kemudian saya mengambil cangkir lalu saya menghirup isinya. Kemudian beliau mengambilnya dari saya lalu beliau meletakkan mulutnya pada tempat meletakkan mulut saya. Lalu beliau pun menghirupnya. (HR.Abu Rozaq dan Sa’id Bin Mansur).

Dari Aisyah: “bahwa Rasulullah, biasa mencium istrinya setelah wudhu, kemudian beliau sholat dan tidak mengulangi wudhunya.”

Beliau menyampaikan pesan dengan kalimat yang sederhana (tidak bertele-tele).

Ketika Aisyah marah, Rasulullah bersabda kepadanya: “Hai Aisyah, berlaku lembutlah, sesungguhnya apabila Allah menghendaki kebaikan kepada sebuah keluarga maka Allah akan memberikan kelembutan kepada mereka.”

Berlapang dada

Berlapang dada dengan kelemahan yang ada dalam anggota keluarga, sehingga komunikasi dimulai dengan memaafkan kesalahan mereka terlebih dahulu. Anas berkata: “saya tidak pernah mendengar Rasulullah SAW berkata, mengapa kamu tidak melaksanakan ini, mengapa kamu tidak melaksanakan itu, mengapa kamu tidak begini dan mengapa kamu tidak begitu. Padahal dia tinggal bersama Rasulullah selama sepuluh tahun.”

Suatu hari Rasulullah ditanya oleh seorang sahabat: “Ya Rasulullah, berapa kali engkau memaafkan pelayanmu dalam satu hari ?”

Beliau tidak menjawab. Tetapi setelah pertanyaan yang ketiga baru beliau menjawab: “Aku maafkan kesalahan pelayanku 70 x dalam sehari”.

Maka semua pesan dalam komunikasi beliau selalu menyenangkan untuk didengar, mudah untuk dipahami, dan bersemangat untuk direspon.

PENUTUP

Demikianlah konsep berkomuniakasi dalam Islam. Sedapat mungkin kita sebagai umat dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari kita, sehingga tujuan akhir dari kehidupan kita tidak terhalang lagi oleh akhlak yang tidak islami. Karena sebaik-sebaik kita adalah yang menghadap Allah dengan hati yang bersih. Hati yang penuh iman. Hati yang penuh syukur. Hati yang penuh taqwa. Dan jiwa yang penuh ketenangan dan kemuliaan dari Allah. Berharap Allah mengabulkan…semoga kita sekeluarga terhindar dari siksaan NERAKA. Keluarga besar kita…terhindar dari ancaman siksa kubur dan kita bermanfaat di dunia…jaya di akherat. (Nur Atik Kasim)

Perpustakaan dan Krisis Ekonomi Oleh JNB. Tairas

17 Okt

Telah empat tahun Indonesia dilanda krisis ekonomi yang paling parah yang pernah dialaminya.
Bagi Indonesia sebenarnya hal itu merupakan sesuatu yang sangat kontradiktif, mengingat
kekayaan alamnya yang sangat melimpah.
Bahkan ada yang mengatakan, kekayaan alam Indonesia nomor tiga terbesar di dunia.
Empat puluh tiga tahun yang lalu Arthur Goodfriend, seorang pengamat ekonomi
Amerika Serikat mengatakan dalam bukunya tentang Indonesia berjudul Rice Roots ( New York
: Simon E. Schuster, 1958) : “Only The United States and Soviet Union surpassed it natural
resources. Its export of oil, rubber, tea, kapok, spice, palm oil and other coconut products placed
Indonesia among the most productive of Asian economics, yet no one knew how much coal,
bouxite, uranium, manganese, copper, nickel, silver and gold lay burried in her mountains, or
from her rivers, coastal waters, virgin forests and courtless acres of unbroken soil”.
Menanggapi pernyataan Goodfriend yang begitu meyakinkan tentang kekayaan alam Indonesia,
mestinya Indonesia sudah lama menjadi suatu kekuatan ekonomi dunia. Namun kenyataan justru
sebaliknya, kemiskinan ada adalah mencolok. Dewasa ini ada sekitar 80 juta penduduk berada
dibawah garis kemiskinan. Sesungguhnya sangat ironis, bahwa negara yang begitu kaya sumber
alamnya, rakyatnya begitu miskin. Mengapa hal itu bisa terjadi ?
Sumber Daya Manusia Yang Lemah
Keberhasilan suatu negara dalam pembangunan ekonomi tidak hanya bergantung pada kekayaan
alamnya, tetapi lebih banyak tergantung pada kualitas manusianya, atau ungkapan populer
dewasa ini, sumber daya manusia (SDM)nya. Ternyata ada negara yang Sumber Daya Alamnya
(SDA)-nya terbatas, namun berhasil menjadi kekuatan ekonomi dunia yang tidak kalah dari
negara-negara maju yang lain, karena kualitas SDM-nya yang luar biasa. Misalnya dengan
Singapore, suatu negara pulau kecil yang sumber daya alam (SDA) nya sangat terbatas, terbukti
menjadi negara paling makmur di ASEAN, berkat SDM nya yang tinggi kualitasnya.
Bagaimana dengan Indonesia?, Dengan kekayaan alam yang begitu besar, Indonesia gagal total
dalam pembangunan ekonomi, akibat SDMnya yang sangat lemah. Dalam acara wisuda Sekolah
Tinggi Teknik Telekomunikasi yang diadakan di Bandung 1994, direkturnya menyatakan, bahwa
di lingkungan negara-negara ASEAN, mutu SDM Indonesia tergolong rendah. Dibandingkan
dengan Malaysia dan Muangthai saja, Indonesia kalah jauh (Suara Pembaruan 7 Mei 1994).
Belum lama ini United Nation Development Programme (UNDP) mengadakan penyelidikan
tentang keadaan SDM di seluruh dunia. Ternyata dari 174 negara yang diselidiki. Pada tahun
2000 Indonesia berada di peringkat 109, jauh di bawah negara-negara ASEAN yang lain. Berikut
ini kutipan sebagaian dari tabel yang disajikan :
Singapura Peringkat 22
Brunai Peringkat 25
Malaysia Peringkat 56
Thailand Peringkat 67
Filipina Peringkat 77
Indonesia Peringkat 109
Demikian kenyataannya SDM Indonesia yang begitu lemah (G. Ali Khomsan dalam Kompas 27
September 2000), kelemahan SDM ini berlaku hampir disemua bidang pembangunan. Di bidang
pertanian misalnya, selama lebih sepuluh tahun terakhir ini Indonesia terus mengimpor beras
hingga jutaan ton setiap tahunnya. Berita terakhir mengatakan kita mengimpor hampir dua juta
ton (Kompas 30 September 2000). Dengan lahan yang begitu luas untuk sawah dan ladang, kita
gagal dalam swasembada beras. Di bandingkan dengan Vietnam dan Thailand yang dengan
lahan terbatas berhasil menjadi pengekspor beras. Dalam suatu tayangan televisi diberitakan
bahwa usaha pemerintah menghentikan impor jagung belum berhasil, sedangkan kacang kedelai
yang begitu gampang tumbuh di Indonesia, sejak tiga tahun yang lalu harus diimpor ratusan ribu
ton dari Amerika Serikat dengan alasan mutu kedelai dalam negeri rendah, dan sebagainya. Hal
itu berarti bahwa para pakar pertanian kita gagal untuk membudidayakan tanaman kedelai yang
bermutu. Apa akibatnya setelah krisis ekonomi? Harga kedelai impor naik tajam sehingga tidak
terjangkau lagi oleh para pengusaha tahu dan tempe sehingga banyak yang terpaksa gulung
tikar. Berapa banyak tenaga harus menganggur ? Bagaimana pula dengan gula pasir?
Pada zaman kolonial, Indonesia tergolong salah satu negara produsen gula terbesar di dunia.
Kita masih ingat Jatiroto yang memiliki pabrik gula pasir terbesar pada waktu itu. Dalam suatu
tayangan televisi diberitakan bahwa 60% dari kebutuhan gula berasal dari impor. Sebelumnya
diberitakan “Akibat membanjirnya impor gula belakangan ini, 50 pabrik gula dalam negeri
terpaksa di tutup”. (Suara Pembaruan 26 Pebruari 2000). Berapa banyak tenaga kerja
kehilangan mata pencahariannya? Bagaimana dengan nasib para petani tebu?
Di bidang kehutanan, sejak tahun 1990 an telah terjadi kerusakan hutan seluas 1,6 juta hektar
per tahun. Menurut laporan terakhir, pada tahun 2000, 14, 5 juta hektar akan musnah. Sebab
utamanya adalah pengem-bangan liar yang tak terkendali jika hal ini dibiarkan berlanjut maka
sepuluh tahun lagi kita akan merindukan hutan (Kompas 18 Oktober 2000). Bagaimana dengan
sumber pertambangan kita yang menurut Arthur Goodfriend (op.cit) sangat melimpah, namun
katanya banyak masih tersembunyi di pegunungan, sungai dan hutan belantara? Hal ini
dikatakan 40 tahun lalu.
Apa kata Dr. Ir. Paul Suharto, mantan Kepala Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional
(BAKOSURTANAL) ? Potensi sumber pertambangan kita mulai dari batubara, gas alam (kabarnya
yang terkaya di dunia) sampai pada emas masih belum banyak digali sehingga tidak sepenuhnya
dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.
Di bidang kelautan, Indonesia dapat disebut sebagai negara maritim terbesar, Bagaimana
perusahaan dengan angkutan lautnya? Menteri Perhubungan dan Telekomunikasi, pada waktu itu
Agum Gumelar, mengemukakan, 9500 angkutan barang ke luar negeri masih di kuasai masih
dikuasai kapal-kapal asing dan untuk angkutan antar pulau hanya 55% yang di tangani oleh
kapal-kapal kita (Kompas 20 Januari 2001). Untuk perikanan laut Indonesia dikatakan terkaya
di wilayah Asia Pasific, tetapi ternyata armada perikanan kita kalah bersaing. Apakah kita sudah
memiliki kapal yang dilengkapi dengan pengolah ikan atau pengalengan ikan? Yang sering
diberitakan adalah pencurian ikan oleh kapal-kapal asing yang menurut informasi terakhir mencapai
sekitar 1,2 juta ton per tahun, yang mengakibatkan kerugian ratusan juta dolar AS
(Kompas 18 Oktober 2000). Yang paling “lucu” adalah berita tentang impor garam sebanyak
ratusan juta ton per tahun. Apa sulitnya membuat garam ? Mengapa tidak meningkatkan pabrikpabrik
yang telah ada atau mendirikan yang baru yang pasti akan menyerap ribuan tenaga kerja.
Apakah air laut kita sudah berubah menjadi tawar?
Kita juga sedang menyaksikan kehancuran sistem perbankan yang seharusnya menjadi
pendorong utama perekonomian nasional, karena lagi-lagi tidak dikelola secara profesional.
Demikianlah keadaan perekonomian kita yang sangat parah, walaupun kita memiliki kekayaan
alam yang sangat besar. Kekayaan alam yang tidak banyak tergarap karena SDM yang sangat
lemah. Pertanyaan berikut adalah, apa sebabnya SDM kita begitu lemah?
Kemerosotan Mutu Pendidikan.
Tujuan utama dari Pendidikan Nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Secara khusus,
hal ini berarti meningkatkan Sumber Daya Manusia. Bagaimana situasi pendidikan di Indonesia
saat ini? Sangat suram. Delapan tahun yang lalu, yaitu pada tahun 1993, Badan Pertimbangan
Pendi-dikan Nasional (BPPN) yang terdiri dari para pakar pendidikan, menyampaikan kepada DPR
bahwa, berdasarkan penelitian terhadap beberapa Perguruan Tinggi serta perorangan, mutu
pendidikan di Indonesia merosot, terutama dalam hal pembentukan sikap dan perilaku anak didik
(Suara Pembaruan 15 Desember 1993). Pernyataan yang serius itu sebenarnya bukan hal yang
baru. Ungkapan-ungkapan senada itu sudah beberapa kali dikemukakan. Pada tahun 1990, Prof.
Dr. Haryati Subadio, yang pada waktu itu menjabat sebagai Menteri Sosial, mengakui bahwa
“Tingkat intelektual masyarakat Indonesia, dibandingkan dengan negara tetangga seperti
Malaysia, Singapore, Thailand dan India, masih lebih rendah (Media Indonesia 15 Desember
1990). Dalam suatu lomba mengarang yang diadakan di Kuala Lumpur Juli 1990, Indonesia yang
diwakili oleh Universitas Indonesia sudah tersisih di babak pendahuluan (Suara Pembaruan 18
Agustus 1990). Penelitian yang dilakukan oleh suatu badan internasional dalam bidang
pendidikan (International Education Association) 1992 menyatakan bahwa pendidikan di
Indonesia tertinggal jauh dibandingkan dengan negara lain di ASEAN. Dengan nada gusar,
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, pada waktu itu Prof. Dr. Wardiman Djojonegoro
membantah keras, Katanya harus diadakan penelitian ulang untuk membuktikan bahwa mutu
pendidikan Indonesia rendah (Suara Pembaruan 2 Mei 1997). Anehnya terhadap pernyataan
Badan Pertimbangan Pendidikan Nasional, beliau tidak membantah, bahkan pada setelah pada
tahun 1997, Prof. Frans Magnis Suseno, dalam Lokakarya Profesi Guru Menghadapi Tantangan
Abad 21, menyatakan “Mutu pendidikan masyarakat Indonesia masih sangat menyedihkan”
(Suara Pembaruan 2 April 1997) dan tidak ada yang membantah.
Pertanyaan berikut : apa sebabnya mutu pendidikan kita begitu merosot?
Budaya Baca Yang Rendah.
Ada suatu ungkapan yang menyatakan “Membaca adalah kunci keberhasilan di sekolah (Reading
is the key to success in school). Ungkapan ini dibahas secara menarik dalam buku “The World
Book student handbook”. ? Chicago : World Book Encyclopedia, 1981. Dalam bab “Why is reading
important” dibahas tentang sekelompok guru di Amerika Serikat yang mengadakan penyelidikan
tentang murid sekolah dan problema belajar. Salah satu kesimpulan mereka yang menarik adalah
bahwa seorang murid yang tidak berhasil dalam suatu bidang tertentu umpamanya matematika,
masih bisa berhasil dalam bidang studinya yang lain. Tetapi seorang murid yang malas membaca
hampir selalu tidak berhasil dalam semua bidang studinya. Mula-mula mereka merasa agak aneh,
namun setelah disimak lebih jauh segera mereka menyimpulkan bahwa segala sesuatu yang
ingin diketahui untuk dimengerti harus dibaca.
Seorang pelajar yang tidak banyak membaca akan mendapat kesulitan dalam melanjutkan
studinya, karena bila ia nanti menjadi mahasiswa, hampir seluruh waktu studinya terserap untuk
membaca. Hal ini berlaku juga pada seluruh kegiatan manusia dalam masyarakat. Studi,
penelitian dan semua jenis pekerjaan dan kegiatan lain memerlukan bacaan untuk dimengerti
dan dimanfaatkan; instruksi-instruksi dan pedoman-pedoman harus dibaca untukdilaksanakan
secara efektif sesuai tujuannya. “The simplest jobs require some reading”.
Demikianlah pentingnya minat baca. Bukan saja untuk pendidikan pribadi, tetapi juga untuk
semua kegiatan dalam pembangunan bangsa. Bagaimana dengan minat baca masyarakat
Indonesia? Sangat memprihatin-kan. Berikut ini beberapa fakta dan pengakuan yang
menunjukkan betapa rendahnya minat baca masyarakat Indonesia. Dalam suatu pertemuan yang
diadakan pada tahun 1991,
Menteri Penerangan Harmoko mengakui bahwa budaya baca masyarakat Indonesia sangat
rendah (Media Indonesia 4 Maret 1991). Pada hari aksara internasional ke 31 tahun 1996,
mantan Presiden Suharto menyatakan keprihatinan-nya karena rendahnya budaya baca
masyarakat Indonesia (Suara Pembaruan 27 Juni 1996).
Dalam suatu penelitian yang diadakan oleh Dra. Berlina Sjahudhym dari Fakultas Psikologi
Universitas Indonesia, dikatakan bahwa 81,58% responden mahasiswa UI mengaku kurang
membaca karena malas (Kompas 5 Maret 1990). Lain lagi yang dikatakan almarhum Prof. Dr.
Slamet Imam Santoso lebih dari tiga puluh tahun yang lalu; “Pada umumnya mahasiswa
Indonesia adalah diktator, artinya yaitu studinya hanya mengandalkan diktat”. Namun beliau
me-nambahkan, “Ketiadaan gairah membaca di kalangan mahasiswa bersumber pada
sistem pendidikan yang tidak menanamkan antara lain pentingnya membaca sejak di Sekolah
Dasar (Mahasiswa Indonesia, Th. 4 no. 144, Maret 1969). Dengan nada yang hampir sama
almarhum Prof. Soegarda Poerbahawatja mengatakan: “Rendahnya mutu pendidikan di
Perguruan Tinggi disebabkan oleh pelajaran-pelajaran membaca sejak di Sekolah Dasar yang
kurang sanggup merangsang kegairahan murid-muridnya”. (Buletin Perpustakaan dan
dokumentasi, Th. 2, no.4, 1973); ada lagi yang mengungkapkan bahwa para srjana dan
cendekiawan termasuk para dosen kurang minat baca sehingga mempengaruhi mutu masyarakat
ilmiah: ciri masyarakat ilmiah itu harus banyak membaca (Kompas 25 Juni 1990). Almarhum
Imam Waluyo dalam Berita buku yang disebarkan oleh IKAPI menjelang Bulan Buku Nasional
1989, mengatakan : “Ada yang mengatakan bahwa minat baca masyarakat Indonesia sangat
rendah, bahkan tergolong salah satu terendah di dunia”. Agak aneh sebenarnya karena
Indonesia di akui oleh dunia internasional sangat berhasil dalam pemberantasan buta huruf. Apa
sebabnya budaya baca masyarakat Indonesia sangat rendah?
Peranan Perpustakaan Sekolah.
Sesungguhnya yang paling efektif untuk meningkatkan budaya baca adalah melalui pemanfaatan
Perpustakaan Sekolah sejak di Sekolah Dasar. Berbicara tentang perpustakaan, dalam hal ini
Perpustakaan Sekolah Dasar, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi.
Pertama, tersedianya ruangan yang cukup luas dengan perlengkapannya Termasuk ruang baca
yang menarik.
Kedua, tersedianya koleksi bahan bacaan selengkap mungkin yang secara khusus diseleksi untuk
Perpustakaan Sekolah.
Ketiga, tersedianya pengelola yang khusus dilatih untuk perpustakaan sekolah; yang paling ideal
adalah seorang guru dengan sendirinya menguasai masalah pendidikan dan telah di latih secara
khusus untuk mengelola perpustakaan sekolah.
keempat, sebagai sasaran utamanya adalah pelayanan yang aktif, artinya bukan
menunggu anak-anak dengan sendirinya datang ke perpustakaan tetapi melibatkan unsur
“paksaan”, antara lain untuk kelas satu dan dua sewaktu waktu seluruh diajak kelas masuk ke
perpustakaan dengan didampingi oleh gurunya dan dilayani bersama pustakawan, untuk
memperkenalkan buku-buku yang cocok bagi mereka. Semacam bimbingan membaca. Kemudian
diadakan juga apa yang disebut story telling, yaitu guru atau pustakawan memilih buku
cerita yang menarik dan membacakan kepada mereka. Untuk kelas-kelas yang lebih tinggi para
guru perlu memberi banyak pertanyaan yang mewajibkan anak-anak menggunakan sumber
perpustakaan, mulai menggunakan buku-buku rujukan seperti kamus, atlas, ensiklopedi
(sekarang sudah ada ensiklopedi yang berjudul “Ensiklopediku yang pertama, khusus untuk
anak-anak) dan buku pedoman lainnya. Sejak kelas empat setiap murid diwajibkan membaca
satu buku dalam waktu satu bulan dan membuat sinopsis buku yang diberikan tersebut dengan
bimbingan guru. Dengan sistem itu berarti setelah tamat setiap murid telah membaca sekitar tiga
puluh lima buku, suatu prestasi yang sangat tinggi. Namun yang terpenting dalam sistem ini
adalah membekali para murid dengan kebiasaan membaca (reading habit) suatu kebiasaan
intelektual yang sangat mereka perlukan untuk pendidikan seumur hidup (lifelong education).
Dengan sistem ini berarti Perpustakaan Sekolah terlibat langsung dalam program belajarmengajar
di sekolah dan merupakan komponen pelengkap dari sistem pendidikan serta
memainkan peran yang amat penting dalam proses belajar-mengajar.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.